Kamis, 06 Juli 2017

Tragedi Toko Sepatu (part 2 )


Tiga hari kemudian setelah pulang dari Curug Bayan, aku mampir ke toko sepatu itu lagi. Setelah memarkirkan motor, aku langsung memasuki toko.

"Selamat datang mba, mau cari apa?" Sapa pelanggan toko dengan ramah.

"Cari jodoh mba, ada ga? Kira-kira yang tingginya 180 cm lah" bisikku dalam hati.

"Nyari sepatu lari mba, ada ga?" Kalo bisa sih yang langsung bisa membawaku lari dari kenyataan ini.

"Ini produk terbaru dari kami, silahkan dicoba aja" 

Aku mendengarkan penjelasan muka mbaknya dengan muka bingung dan melihat ke sekitarku.

"Ini kok kayanya ada yang beda ya? Tapi apanya ya?" Kataku dalam hati.

Kok penataan raknya beda sama yang kemarin, sepatunya juga kok jadi mahal-mahal. Apa dalam waktu tiga hari ini mereka ngubah display tokonya ya? Tapi kok ajaib banget, ngapain juga mereka ngelakuin itu. Aku lebih bingung lagi waktu aku ga nemu sepatu yang aku incar. Akhirnya aku tanya ke mas penjaga toko.

"Mas ada sepatu lari eagle ga?" 

"Eagle? Wah ga ada loh mbak, kita cuma jual produk bata soalnya."

"Masa sih mas, lah wong kemarin saya ke sini aja masih ada." Tanyaku semakin bingung.

"Kemarin kapan mba?" Tanya masnya bingung juga

"Kemarin ini mas?" Jawabku ngotot dan aku juga semakin bingung.

"Ga tau loh mba, dari dulu kita cuma jual produk-produk kita sendiri soalnya."

"Ya udah mas, makasih" 

"Iya mba." Jawab masnya sambil memberikan senyum

"Ada apa sih?" Tanya kakaku

Lalu aku menjelaskan apa yang terjadi. Dan dia cuma jawab

"Coba cek toko sebelah barang kali ada"

Akhirnya kita berpindah ke toko sebelah, dan langsung menemukan sepatu yang aku cari.

"Lah ini yang aku maksud" Dengan muka berseri dan mata berbinar aku menunjukan sepatu yang aku cari ke kakaku.

"Dasar bego, kamu tuh tadi salah masuk toko, makanya ga nemu-nemu. Mau nyari sampe gajah bertelur juga ga bakalan nemu kali." 

Kakakku ngomel-ngomel dengan muka kecut, sekecut ketek supir truk yang truknya ga ada acnya. Semua ini karena kebegoan adiknya yang ga sembuh-sembuh.

Setelah sepatu dibungkus dan aku bayar. Kami pun pulang.

Tamat.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar