Kencan Buta
Kemarin mba kos yang baru balik ke kos cerita, dia selama pulang ke Bekasi sekarang kerja di salah satu perusahaan asuransi. Dia jadi korban temen-temennya yang risih melihat ke-jomblo-annya (dipisah biar lebih jelas). Temen-temennya berusaha jodohin dia sama kenalannya. Dia cerita katanya selama di cafe cuma diem-dieman dan ngobrolnya ga jelas. Dia malah lebih sering ngobrol sama temennya dan kakaknya temennya.
"Coba aja kemarin gue ga bawa Bayu sama kakaknya, pasti gue mati kutu disitu." Kata dia sambil ketawa
"Emang yang diobrolin apa aja, mba?" Tanyaku penasaran
"Ya gitu deh, ga penting. Kaya semacam, gimana kabarmu? Kamu sekarang kerja di mana?"
Aku jadi ngebayangin, gimana kalo suatu saat nanti aku mengalami hal yang sama. Karena saking ga lakunya (amit-amit deh) trus di jodohin sama temen-temenku. Kira-kira kaya gini percakapan yang akan terjadi.
Di salah satu sudut cafe kita berdua duduk sambil menikmati secangkir kopi.
Cowo : "Gimana kabarmu?" Tanya dia sambil memegangi cangkir kopi.
Aku : "Iya baik, kalo kamu gimana?" Jawabku santai
Cowo : "A.....a...aku baik kok." Jawab dia gagap, karena grogi
15 menit berlalu dan kami hanya menunduk melihat meja yang padahal ga ada apa-apanya. Sesekali aku melihat ke sekeliling sambil mengetuk-ngetukan jariku di atas layar hp.
Cowo : "E... bunganya bagus ya." Dia mencoba membuka percakapan kembali sambil menunjuk bunga mawar kertas yang ada di dalam vas di depanku.
Aku : "Iya bagus." Jawabku dengan santai sambil melempar senyum.
Cowo :"Mamah papah apa kabar?" Tanya dia mencoba mencairkan suasana
Aku : "Iya baik." Jawabku datar
Padahal di dalam hati sih aku penginnya jawab 'sok kenal banget sih lu! Pake nanya kabar ortu segala, emang situ udah pernah ketemu?' Tapi aku ga jadi jawab kaya gitu, nanti dikira preman pasar yang senggol dikit bacok.
Cowo : "Bunganya bagus ya?" Dia mengulang pertanyaan yang sama. Mungkin dia udah kehabisan bahan pembicaraan. Atau mungkin dia ahli botani, yang selama kencan ini berlangsung dia lebih banyak diem soalnya lagi mengamati struktur bunga yang ada di atas meja. Mungkin dia lagi melakukan pengamatan yang mendalam tentang bunga itu, mulai dari spesies bunga apa, nama ilmiahnya apa, jaringannya gimana, sampai kenapa bunga itu diciptakan. Ya walaupun itu cuma bunga kertas sih.
Aku : "Iya bagus ya." Jawabku sambil tersenyum kecut. Padahal sih dalem hatiku pengin jawab 'iya bagus, kaya motif celana dalamku. Mau liat ga??? Kamu bunga-bunga juga motifnya?'
Kita diem lagi, tapi kali ini cuma sebentar. Dan dia mulai membuka pembicaraan lagi.
Cowo : "Hari ini cuacanya cerah ya?" Tanya dia sambil melihat langit dari kaca jendela besar yang langsung menghadap ke jalan tepat di samping tempat duduk kita.
Aku :"Iya cerah ya." Jawabku sambil tersenyum. Padahal aku pengin jawab 'iya cerah ya, cocok buat jemur ikan asin.'
Cowo : "Kamu habis ini mau kemana?"
Aku : "Ga kemana-mana kok. Mau langsung pulang aja."
Cowo : "Kalo gitu aku anterin aja ya?" Tanya dia sambil berdiri mengambil kunci mobil yang ada disamping cangkir kopinya.
Aku : "Udah ga usah, aku bisa naik ojek online kok."
Cowo : "Ga papa, aku anterin aja. Kamu tunggu bentar ya, aku mau bayar dulu." Kata dia sambil berjalan ke arah kasir.
Kita berdua p
Tidak ada komentar:
Posting Komentar