Tampilkan postingan dengan label Travel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Travel. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Juli 2017

Curug Bayan

Hello guys,

Gimana nih libur lebaran kalian? Kalo aku sih kemarin liburan sama keluargaku ke salah satu curug yang ada di Kabupaten Banyumas, namanya Curug Bayan. 


Curug Bayan terletak di Desa Ketenger, Kecamatan Baturaden, Kabupaten Banyumas. Objek wisata yang satu ini menawarkan pemandangan alam yang indah dan segarnya air curug. Disekitar curug ada sungai yang berisi batu besar. Tak hanya anak-anak yang berenang, tapi juga orang dewasa. Airnya yang segar menggoda setiap orang untuk mandi disini. 


Di atas sungai ini berdiri kokoh dam Jepang dan jembatan Belanda. Ada juga cafe disamping sungai yang tempat makannya berbentuk pondokan. Kalo kalian mau piknik bisa juga, makan diatas tikar menikmati air curug dan hawa sejuk pegunungan. Tiket masuknya sangat murah sekali yaitu Rp 3000. 


Fasilitasnya cukup lengkap, seperti toilet, parkir, tempat makan, dan toko souvenir. Ada juga penjual jajanan disekitar curug, tapi inget habis makan jangan buang sampah sembarangan ya! 


Oke, itu tadi ceritaku waktu libur lebaran kemarin. Jangan lupa mampir ya ke Banyumas. See you ^_^

Jumat, 05 Mei 2017

Makanan Khas Banyumas


Hello guys,
Kali ini aku mau ngebahas tentang makanan khas yang ada di Kabupaten Banyumas. Sebelumnya, ada yang tau ga sih Banyumas tuh ada dimana? Banyumas itu terletak di provinsi Jawa Tengah. Dimana kota ini berbatasan dengan Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Cilacap, dan Brebes. Di sebelah utara Banyumas berbatasan dengan Gunung Slamet. Sementara itu Banyumas tidak mempunyai wilayah laut. Banyumas juga memiliki beberapa makanan khas seperti mendoan, getuk goreng, nopia, kripik tempe, soto sokaraja, dll. Oke langsung aja kita bahas satu persatu

1. Soto Sokaraja

      Soto Sokaraja merupakan makanan khas yang ada di Kabupaten Banyumas. Makanan ini juga biasa disebut "Sroto". Kenapa dinamakan Soto Sokaraja? Karena memang makanan ini khas dari Kecamatan Sokaraja, dan didaerah ini merupakan pusat penjualannya. Soto Sokaraja yang terkenal adalah Raja Soto Lama milik Bpk H. Suradi, yang udah berdiri sejak lama banget. Selain itu juga ada Soto Samiasih yang endezz banget.
        Untuk memesan semangkok soto ini kamu bisa memilih mau menggunakan daging ayam atau sapi. Berbeda dari soto yang biasa disajikan di daerah Jogja, Semarang, Surabaya, dll yang menggunakan nasi. Soto Sokaraja di sajikan dengan menggunakan ketupat. Ditambah dengan isian bihun, kecambah, krupuk warna warni, jeroan, dan daging. Kemudian diguyur dengan kuah kaldu. Agar lebih nikmat bisa ditambahkan dengan sambal. Sambalnya biasanya ada dua yaitu sambal kacang yang ga pedes, dan sambal cabe rawit, atau kadang cuma disediain satu sambal yaitu sambal kacang tapi sudah pedas. Selain itu juga agar lebih nikmat ditambahkan kecap.

Untuk seporsi Soto Sokaraja ini dibandrol dengan harga sekitar 8000-20000 tergantung dimana kamu makan.



2. Getuk Goreng

Makanan khas Banyumas yang selanjutnya adalah getuk goreng. Getuk goreng ini berbahan dasar singkong yang direbus dan kemudian ditumbuk dan diberi bumbu gula jawa. Setelah itu digoreng menggunakan tepung beras dan disajikan menggunakan besek (kotak anyaman dari bambu). Pembeliannya biasanya per kilo, sekilonya sekitar 18 ribu. Varian rasanya mulai dari original, cokelat, durian, dll. Tapi ga ada rasa yang pernah ada. Haha. Getuk goreng di Banyumas yang terkenal adalah Getuk Goreng Haji Tohirin yang ada di Jalan Jendral Sudirman, Sokaraja.

3. Lanting

Lanting adalah makanan khas Banyumas yang bertekstur renyah. Terrbuat dari bahan singkong yang direbus, diberi bumbu bawang putih, ketumbar, dan garam, kemudian di goreng. Pengrajin panganan ini di Kabupaten Banyumas berada di Desa Pekaja, Kecamatan Kalibagor. Lanting dibuat membentuk angka delapan, ada juga yang seperti cincin. Makanan ini bisa untuk cemilan, lauk makan, dan campuran membuat sambal soto.


4. Mendoan

Mendoan adalah makanan khas Banyumas yang terbuat dari tempe, tepung terigu, tepung beras, bumbu, dan daun bawang. Mendoan nikmat disantap bila masih hangat. Bisa dijadikan cemilan, teman minum teh atau bisa di Banyumas disebut "nggo medangan", bisa juga untuk lauk makan. Tempe untuk membuat mendoan berbeda dari tempe pada umumnya karena bentuknya yang tipis dan memanjang, biasanya disebut tempe jiplung. Mendoan juga biasa disajikan dengan cabe rawit atau biasa disebut "lombok cengis" dan juga sambal kecap. 
       Makanan ini disebut mendoan karena disajikan dalam keadaan "mendo" yang artinya tidak terlalu matang. Karena pada umumnya mendoan digoreng tidak begitu kering dan cenderung lunak. 


5. Sahoun

Meskipun makanan ini tidak diajarkan di pelajaran Budaya Banyuamasan sebagai makanan khas, tapi ga papa lah tak masukin aja. Hehe. Sahoun terbuat dari campuran tepung beras dan aci yang didadar dan dikukus, kemudian dipotong memanjang sehingga menyerupai kwetiaw. Kemudian di tambah suwiran ayam, daun bawang (di Banyumas namanya muncang), kuah kaldu bening, sedikit kecap asin, dan juga sambal bagi yang suka pedas. Sahoun yang terkenal di Purwokerto adalah Sahoun Pak Kartim yang ada di Kaliputih.


Itulah beberapa makanan yang ada di Banyumas. Sebenarnya masih banyak sih, tapi yang aku bahas segitu aja ya. Hehe. Makasih udah baca, jangan lupa komentarnya.

*note: gambar hasil ambil dari google







Sabtu, 29 April 2017

Wisata Kota Semarang


Hello guys, 

Selamat datang kembali di blog gue, dan membaca lagi tulisan gue yang aneh ini. Tapi udah lah biarkan keanehanku merajalela. Haha. Gue sebenernya udah lama kuliah di Semarang, dari tahun 2015-2017, berarti udah dua tahunan lah. Tapi gue baru kemarin berkunjung ke tempat wisata yang ada di Semarang. Tepatnya waktu kakak gue main ke Semarang dan minta main ke tempat wisata. Akhirnya gue menjadi tour guide yang abal-abal banget. Mulai dari nyasar", ngelawan arus, sampe yang paling parah adalah ga tau pintu masuk padahal udah didepannya.

1. Sam Poo Kong

Tempat pertama yang gue kunjungin adalah Sam Poo Kong. Kenapa? Karena yang paling deket dari kosan gue. Gue nyampe ke sini sekitar jam tengah 4an, dimana matahari udah ga terlalu terik, jadi gue bisa bebas main tanpa takut item. Ga penting juga sih sebenernya info ini, abaikan saja. Back to topic. Sam Poo Kong ini berada di jalan simongan, sebelah barat kota Semarang. Dibangun oleh Laksamana Cheng Ho, konon ceritanya dahulu ketika beliau sedang berlayar melintasi pulau Jawa banyak awak kapalnya sakit. Jadi, beliau mendarat di Semarang dan memerintahkan anak buahnya untuk membuang sauh dan membangun masjid. Di sana juga ada makan juru mudi Laksamana Cheng Ho.

Tiket masuknya cukup murah yaitu Rp 8000 per orang cuma sampe luar dan foto". Dan Rp 28.000 per orang kalo mau langsung lanjut ziarah. Biasanya juga ada pertunjukan barongsai dan boneka China yang gede semacem kaya ondel", aku ga tau apa namanya. Parkir kalo motor Rp 2000, kalo mobil ga tau. Hehe





2. Kota lama

Setelah puas foto-foto di Sam Poo Kong, gue melanjutkan perjalanan ke daerah Kota Lama, yang ada di daerah Stasiun Tawang. Disini banyak bangunan lama yang bersejarah contohnya Gereja Blenduk, Stasiun Tawang, dll. Waktu sampe di sana, aku langsung parkir motor dengan sembarangan karena keburu pengin foto di sekitar gedung tua. Di sana kalian selain bisa foto dengan bangunan tua kalian juga akan menemukan objek foto yang menarik yaitu akar pohon. Ini beberapa foto gue sewaktu ke sana, sorry ya kalo alay.





Oiya, wisata ke sini tuh gratis. Ya klo kalian ketemu tukang parkir berarti harus bayar parkir.
Nah itulah cerita jalan" gue. Next time kalo jalan" lagi bakalan gue sambung lagi.

See you ^_^


Sabtu, 14 Januari 2017

Curug Gomblang

Hello guys,

Apa kabar nih? Aku sih berharap kalian baik-baik aja ya, meskipun mungkin ada ya ga baik karena masih tenggelam dalam kisah masa lalu. Oke, back to topic, aku disini mau nyeritain pengalaman liburan waktu tahun baru kemarin. Aku pulang kampung ke kampung halaman di Kabupaten Banyumas lebih tepatnya di Kecamatan Kalibagor. Di Banyumas lagi ada tren yaitu munculnya tempat wisata baru yang patut buat dikunjungin, salah satunya adalah Curug Gomblang. Curug Gomblang ini tergolong tempat wisata yang baru yang ada di Banyumas karena baru ngehitz sekitar pertengahan tahun 2016. Aku ga begitu paham rute untuk menuju ke curug ini, karena aku cuma ngikutin bapak sama mbakku yang naik motor di depan (ya meskipun mereka kesasar-sasar, tapi ya udah lah ngikut aja). Menurut wikipedia curug ini berada di Desa Kalisalak, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas (tolong koreksi kalo salah, hehe). Aku ke sini dalam rangka liburan akhir tahun, dan diajakin ortu buat ke sini, kami sekeluarga  pergi ke curug naik motor karena lebih hemat dan medannya juga ekstrem (sebenernya sih karena belum punya mobil pribadi). Jalan untuk menuju ke curug ini sih aku rasa cukup susah ya buat dijangkau, soalnya harus melewati perkampungan warga dulu dan ga ada plang penunjuk jalan yang cukup jelas. Jadi kalo mau kesini perlu didampingin sama orang asli Banyumas, kalo ga ya yang udah pernah ke sini. 

Tiket masuk ke objek wisata ini adalah Rp 5000 dan parkir motor Rp 2000 (kalo ga salah). Di sini disediain selfie deck yang tiketnya Rp 2500 dan nanti setelah membayar tiket, kalian bakalan dikasih nomer antrian sama petugasnya. Trus nunggu dipanggil (kaya di puskesmas), kasih aja hp kalian ke mas-masnya dan mas-masnya dengan senang hati akan motoin kalian. Kalian tinggal bergaya aja di atas selfie deck, tapi inget alas kaki harus dilepas ya, takut kotor mungkin atau mungkin ada batas sucinya? Ditempat wisata ini kalian bisa menikmati segarnya alam pegunungan dan air curug yang seger banget. Untuk menuju ke curug ini, kalian harus menuruni tangga curam yang terbuat dari batu, kalo turunnya sih ga berasa cape, tapi naiknya itu loh ENGAP boss. Setelah sekitar beberapa menit menuruni tangga, sampailah kita ke curug. Disekar curugnya ada sungai dimana ada batu-batu besar, dan bisa dijadiin buat spot foto-foto. Disekitar curug itu juga disediain bangku-bangku dari bambu dan juga beberapa tempat sampah. Ada juga warung yang menyediakan makanan khas Banyumas yaitu mendoan dan beberapa makanan dan minuman lainnya. Makanannya juga cukup murah dan terjangkau. Disana juga disediain mushola dan juga kamar kecil. 

Ada beberapa hal yang perlu gue kritisi disini yaitu jalan yang masih jelek. Aku akuin jalan buat menuju ke lokasi curug emang jelek banget. Dimana jalannya cuma disusun dari batu-batu yang kaya dibuat pondasi rumah, dan kalo naik motor bisa miring kiri, miring kanan ga jelas. Dan jalan selanjutnya yang ditempat parkir itu malah dari tanah liat yang kalo ujan jadi lembek banget. Tapi kata mas-mas parkir sih tahun ini jalannya mau diperbaiki soalnya pak bupati sama bu bupati udah survei ke situ. Berwisata disini cukup menyenangkan dan tidak menguras kocek. Aku cukup bahagia bisa berlibur ke sini, karena gue bisa menikmati segarnya alam pegunungan. 

Sekian ulasan perjalanan dari saya, ditunggu komennya. Makasih.