Sabtu, 08 Juli 2017

Memilih Jurusan (part 2)

Beberapa hari kemudian mulai banyak alumni yang dateng ke sekolahan, buat mempromosikan universitas, institut, akademi mereka. Mereka semua mempromosikan apa aja yang ada di kampus mereka, jurusannya apa aja, kehidupan kampusnya kaya gimana, dll. Kebanyakan sih yang dateng dari PTN dan sekolah ikatan dinas. 

Setelah mendengarkan promosi dari beberapa kampus, sekarang giliran Undip yang mempromisikan kampus mereka. Pada saat sesi tanya jawab, aku nanya ke mereka seputar jurusan teknik sipil dan di jawab sama mereka. Pulang dari sekolah aku diskusiin lagi sama ibuku, tentang teknik sipil dan kata ibuku 

"ya terserah kamu aja, toh kamu juga yang mau ngejalanin"

Aku masih bingung, keesokan harinya adalah giliran anak UGM yang promosi. Di sesi tanya jawab aku juga nanya-nanya lagi tentang teknik sipil juga. Dan kali ini dijawab sama kakak kelas yang aku kenal. Aku agak sedikit mantap buat masuk ke Sekolah Vokasi UGM Teknik Sipil karena salah satu kakak kelasku cerita, kalo dia tuh ga nyangka sama sekali kalo dia bakalan masuk UGM. Karena dia selama belajar di SMA awur-awuran, dan hampir setiap ulangan dia remidi (dan aku tahu sendiri). Karena ceritanya dia aku tambah yakin kalo aku bisa, dan temen-temenku juga ngeyakinin aku.

"Udah de, kamu masuk SV UGM aja." Kata Vera mencoba memberi semangat.

Tapi aku mulai berfikir kalo aku ambil D3 kan abis itu mesti nerusin ke S1. Jadi percuma aja dong aku kuliah 3 tahun, kalo masih harus ngelanjutin S1 lagi selama 4 tahun. Waktuku habis buat ngejar S1 tok. Jadi aku ga jadi ambil SV UGM. Dan setelah itu ada promosi dari anak Universitas Jendral Soedirman (Unsoed) Purwokerto. Dan selama mereka promosi aku ga tertarik sama sekali, karena aku ga ada niatan sekolah sama sekali disitu. Karena deket dari rumah, aku kan penginnya sekolah yang jauh dari rumah biar lebih mandiri. Padahal, di Unsoed ada Teknik Sipil tapi aku ga tertarik sama sekali. Karena waktu aku lagi di gereja dan ngobrol-ngobrol sama temen-temen gerejaku, ada salah satu temenku yang juga mau masuk ke sana. Dan aku ngga mau masuk ke sana soalnya males kalo aja sekelas sama dia, abisnya dia gajebo. Dan kayanya yang masuk teknik kebanyakan lulusan STM yang notabene cowok semua. Aaaaaaa..... tidak....!!!

Setelah pusing-pusing memilih jurusan, dan tanya sana sini, akhirnya aku memutuskan untuk memilih Pendidikan Seni Musik Universitas Negeri Semarang. Karena memang aku sudah punya bakat di situ.

Kamis, 06 Juli 2017

Memilih Jurusan (part 1)


Hello guys, 

Kali ini aku mau cerita tentang pengalamanku memilih jurusan. Mungkin sebagaian dari kalian yang duduk di bangku kelas 12 bingung mau milih jurusan apa. Karena kata orang-orang salah memilih jurusan sangat berpengaruh terhadap masa depan kalian.

Pada waktu itu, aku masih duduk di bangku kelas 12 SMA dan tengah disibukan dengan persiapan tryout ini itu, mulai dari tryout sekolahan, bimbel, sampai PTN ternama. Hari-hariku semakin berat ketika guru BK datang ke kelas dan mengumumkan kalo pendaftaran SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) udah dibuka, dan setiap siswa disuruh ngisi angket buat data sekolahan. Jadi, satu kelas dikasih kertas yang isinya kita harus nulisin nama kita dan disebelahnya ada kolom pilihan 1-3 yang harus kita pilih. Nah pada saat itu aku ngisi pilihannya adalah pilihan pertama Teknik Sipil Undip, pilihan ke dua Teknik Sipil UNS dan terakhir Pendidikan Seni Musik Unnes. 

Kenapa aku kepengin banget masuk Teknik Sipil? Karena pada saat itu aku mikirnya infrastruktur di Indonesia ini kan masih jelek dan mungkin memerlukan lebih banyak para teknisi untuk mempercepat pembangunan (halah, ngomong opo to). 

Pulang sekolah aku bilang ke ibuku apa yang terjadi di sekolah dan dia tanya

"Emang kuliahnya anak teknik sipil itu ngapain?" 

"Ya nggambar lah bu, sama ngitung-ngitung." 

"Emang kamu bisa nggambar? Wong gambar kamu aja jelek." Tanya ibuku dengan nada mengejek

Aku cuma bisa diem sambil mikir mau jawab apa, tapi ga ketemu-ketemu dan ibuku mulai ngomong lagi.

"Udah kamu mendingan daftar Seni Musik aja, yang jelas-jelas kamu bisa dan ada bakat disitu."

"Tapi kan bu, jadi anak teknik lebih berkelas dari pada jadi anak musik."

"Ya iya sih, tapi gimana kalo nanti ditengah jalan kamu ga bisa ngikutin kuliahnya dan kamu malah stress. Coba kamu cari info lagi sanah tanya kakak kelas."

Beberapa hari berlalu aku mulai mencari info tentang jurusan kuliah. Aku mulai galau, bimbang, dan bingung harus ngapain. 

"Eh de, kamu jadinya daftar apa?" Tanya Vena, temen gerejaku yang 1 tahun lebih tua dari aku. Dan sekarang dia jadi mahasiswa UGM. 

"Ga tau nih, ven. Aku masih bingung."

"Lah kamu minatnya kemana?" Tanya vena 

"Aku sih penginnya masuk teknik sipil."

"Teknik sipil mana de rencananya?" Tanya Vena mencoba membantu.

"Penginnya sih UGM, ven. Tapi kayanya ketinggian, susah juga masuknya. Kalo ga UNDIP aja lah."

"Iya sih, kamu anak IPA sih ya. Aku punya temen anak teknik sipil nih, de siapa tau kamu mau nanya-nanya ke dia." 

Keesokan harinya aku dikasih pin bb, dan Vena nyuruh temennya nge-acc.

'Hai ka, ini Dea temennya Vena. Sorry ganggu nih, mau tanya-tanya boleh ga?' Aku mulai nge-bbm dia

'Oh iya de salam kenal, aku Angga. Oiya silahkan aja kalo mau tanya-tanya' jawab dia singkat

Akhirnya aku mulai tanya-tanya ba bi bu be bo. Tiap hari kerjaannya nanya terus, kadang kasian sama masnya takutnya lelah menjawab pertanyaan calon adek maba ini. Sampai suatu ketika aku nanya dan aku memutuskan untuk ga masuk UGM. 

'Kakak dulu waktu masuk UGM nilai rata-ratanya berapa? Trus masuk paralel terus ga?' 

'Dulu rata-rataku sih cuma 92. Ga pernah masuk paralel sih, paling ranking kelas itu pun kadang-kadang' 

Busett rata-rata 92, dia bilang cuma??? Di SMA ku itu udah terbilang bagus ya. Dan rata-rataku cuma 86 koma sekian. Aku memutuskan untuk mundur teratur dan memendam impianku dalam-dalam.

Beberapa hari kemudian aku ga nge-bbm dia lagi, soalnya sudah puas dengan jawabannya. Dan kesimpulannya aku ga mau masul situ karena berat.

"Gimana de, udah nanya-nanya ke Angga?" Tanya Vena

"Udah sih, trus gimana jadinya?" Tanya Vena penasaran

"Yah Ven, kayanya berat deh. Soalnya temenmu itu rata-ratanya 92, sedangkan aku cuma 86. Itu jauh, Ven." Jawab aku dengan nada memelas, karena ga tau mau ngapain lagi. 

"Lah trus kedepannya kamu mau gimana, de?" Tanya Vena kasihan

Aku tau temenku yang satu ini emang baik, dan dia orangnya ga tegaan. Jadinya dia rela ngelakuin apa aja (mungkin) demi membantu temannya. Aku juga salut sama dia, sampe mintain kontak temennya yang anak sipil (padahal dia bukan anak sipil) ke aku. 

Bersambung ...

Tragedi Toko Sepatu (part 2 )


Tiga hari kemudian setelah pulang dari Curug Bayan, aku mampir ke toko sepatu itu lagi. Setelah memarkirkan motor, aku langsung memasuki toko.

"Selamat datang mba, mau cari apa?" Sapa pelanggan toko dengan ramah.

"Cari jodoh mba, ada ga? Kira-kira yang tingginya 180 cm lah" bisikku dalam hati.

"Nyari sepatu lari mba, ada ga?" Kalo bisa sih yang langsung bisa membawaku lari dari kenyataan ini.

"Ini produk terbaru dari kami, silahkan dicoba aja" 

Aku mendengarkan penjelasan muka mbaknya dengan muka bingung dan melihat ke sekitarku.

"Ini kok kayanya ada yang beda ya? Tapi apanya ya?" Kataku dalam hati.

Kok penataan raknya beda sama yang kemarin, sepatunya juga kok jadi mahal-mahal. Apa dalam waktu tiga hari ini mereka ngubah display tokonya ya? Tapi kok ajaib banget, ngapain juga mereka ngelakuin itu. Aku lebih bingung lagi waktu aku ga nemu sepatu yang aku incar. Akhirnya aku tanya ke mas penjaga toko.

"Mas ada sepatu lari eagle ga?" 

"Eagle? Wah ga ada loh mbak, kita cuma jual produk bata soalnya."

"Masa sih mas, lah wong kemarin saya ke sini aja masih ada." Tanyaku semakin bingung.

"Kemarin kapan mba?" Tanya masnya bingung juga

"Kemarin ini mas?" Jawabku ngotot dan aku juga semakin bingung.

"Ga tau loh mba, dari dulu kita cuma jual produk-produk kita sendiri soalnya."

"Ya udah mas, makasih" 

"Iya mba." Jawab masnya sambil memberikan senyum

"Ada apa sih?" Tanya kakaku

Lalu aku menjelaskan apa yang terjadi. Dan dia cuma jawab

"Coba cek toko sebelah barang kali ada"

Akhirnya kita berpindah ke toko sebelah, dan langsung menemukan sepatu yang aku cari.

"Lah ini yang aku maksud" Dengan muka berseri dan mata berbinar aku menunjukan sepatu yang aku cari ke kakaku.

"Dasar bego, kamu tuh tadi salah masuk toko, makanya ga nemu-nemu. Mau nyari sampe gajah bertelur juga ga bakalan nemu kali." 

Kakakku ngomel-ngomel dengan muka kecut, sekecut ketek supir truk yang truknya ga ada acnya. Semua ini karena kebegoan adiknya yang ga sembuh-sembuh.

Setelah sepatu dibungkus dan aku bayar. Kami pun pulang.

Tamat.



Senin, 03 Juli 2017

Tragedi Toko Sepatu ( part 1 )


Minggu, 25 Juni 2017

Hari ini adalah hari lebaran, dimana setiap orang berkumpul dan merayakannya bersama keluarga, tak terkecuali aku dan keluargaku. Pagi harinya dimulai dengan bersalam-salaman di masjid deket rumah, trus ke makam simbah yang ada di deket rumah juga, dan dilanjutkan ke tempat saudara. Di tempat pakde, budeku, kami disuguhi berbagai macam makanan, dari mulai kue (kastengel dan balakurawanya), kacang bawang, pangsit, sampai opor ayam. Aku mencicipi semua makanan itu. 
Nah, waktu lagi ngantri mau ngambil opor budeku (pemilik rumah) bilang :

"Ayo ambil yang banyak, ini sambelnya ga pedes loh. Cobain ya!"
Antrian yang paling depan adalah para lelaki kelaparan yang mungkin belum makan satu bulan. Jadi ngambil makannya porsi kuli yang abis gali sumur. Termasuk juga waktu ngambil sambil, karena kata budeku sambelnya ga pedes jadinya ambil banyak banget. Waktu aku mulai makan opornya tiba-tiba ada yang nyeletuk

"Ini kok sambelnya pedes banget yah?" Sambil jalan ngambil aqua sebanyak-banyaknya dengan muka merah dan keringat bercucuran diwajah, tapi mulutnya masih nguyah makanan.

"Iya, ini mah pedes banget" sahut yang lain dengan ekspresi yang sama.

"Ga kok ga pedes, tadi kata si Chika (anaknya) aja ga pedes" jawab budeku (pemilik rumah) dengan santai.

"Busettt!!! Kaya gini dibilang ga pedes? Itu lidah udah mati rasa apa ya?" Aku mengumpat dalam hati

Setelah drama kepedesan dan karena udah kenyang dan dapet angpao, kami pun pulang. Beberapa jam setelah sampai di rumah aku makan lagi. Soalnya dari kemarin waktu ibuku bikin opor aku belum nyicipin. Apalagi kata ibuku ini opornya beda, soalnya bumbunya bumbu merah. 
Wuihhh, keren!!! Kenapa ga sekalian bumbunya biru aja biar jadi namanya "Opor Avatar". Opor buatan ibuku isinya daging ayam, parutan pepaya muda, tahu, dan krecek (kerupuk kulit). Waktu aku makan aku tambahin irisan kol, tomat, daun jeruk, dan bakso. Selese makan aku langsung mandi soalnya mau ke gereja. 

Sampai di gereja, aku mengikuti ibadah seperti biasa. Tapi, waktu udah mau pulang entah kenapa tiba-tiba perutku mules banget dan pengin kentut. Tapi gimana, ini kan masih di dalem gereja. Masa iya kentut di sini? Akhirnya sepanjang kotbah disampaikan, aku menahan kentut dan berusaha tetap memasang muka datar. Ibadah pun selese, dan aku berjalan sendirian ke motorku. Waktu udah mau naik ke motor tiba-tiba aku kepikiran mau ketemu temen-temenku dulu ah. Satu persatu aku salamin temen-temenku dan ngobrol ba bi bu be bo. Ditengah-tengah obrolan tiba-tiba perutku tambah mules, panas, dan kaya diremes-remes. Aku pun akhirnya pamit pulang, karena sudah tak tahan lagi menahan rasa ini. Di perjalanan pulang, aku liat ada toko sepatu di daerah Kebondalem, aku mampir dan liat-liat. Soalnya sepatu lariku habis dicolong kemarin. Ditengah-tengah perut mules ini, aku liatin sepatu lari satu persatu, dan aku udah nemu sepatu yang aku cari. Karena ga bawa uang, jadinya aku langsung pulang. Sesampainya di rumah aku langsung lari ke kamar mandi. Adikku yang waktu itu lagi mandi aku suruh keluar dengan paksa. Dan akhirnya..... L....E.....G....A....

Bersambung 


Curug Bayan

Hello guys,

Gimana nih libur lebaran kalian? Kalo aku sih kemarin liburan sama keluargaku ke salah satu curug yang ada di Kabupaten Banyumas, namanya Curug Bayan. 


Curug Bayan terletak di Desa Ketenger, Kecamatan Baturaden, Kabupaten Banyumas. Objek wisata yang satu ini menawarkan pemandangan alam yang indah dan segarnya air curug. Disekitar curug ada sungai yang berisi batu besar. Tak hanya anak-anak yang berenang, tapi juga orang dewasa. Airnya yang segar menggoda setiap orang untuk mandi disini. 


Di atas sungai ini berdiri kokoh dam Jepang dan jembatan Belanda. Ada juga cafe disamping sungai yang tempat makannya berbentuk pondokan. Kalo kalian mau piknik bisa juga, makan diatas tikar menikmati air curug dan hawa sejuk pegunungan. Tiket masuknya sangat murah sekali yaitu Rp 3000. 


Fasilitasnya cukup lengkap, seperti toilet, parkir, tempat makan, dan toko souvenir. Ada juga penjual jajanan disekitar curug, tapi inget habis makan jangan buang sampah sembarangan ya! 


Oke, itu tadi ceritaku waktu libur lebaran kemarin. Jangan lupa mampir ya ke Banyumas. See you ^_^

Selasa, 06 Juni 2017

Instastory


Setelah gagal ngobrol sama dia aku mulai mencari cara lain. Aku yang penarasan mencoba mencari akun instagramnya lagi. Aku ketikan namanya di kolom pencarian, ga lama muncul akun dengan nama tersebut. Aku kepoin akunnya, ternyata fotonya baru enam, menurut perkiraanku sih kayanya dia baru bikin akun beberapa bulan yang lalu. Ternyata dugaanku benar, diposan foto pertama emang baru dipos berapa bulan lalu. Aku liatin fotonya satu persatu, dan ga ada yang menarik. Apa emang dia yang ga suka foto atau emang ga bisa cari angle yang bagus. Entahlah. 

Setiap hari aku kepoin instagramnya kaya waktu aku kepoin bbmnya. Tapi tetep aja dia ga pernah ngepos sesuatu. Sampe suatu ketika dia bikin instastory, dan aku pengin banget liat. Tapi aku mikir lagi, 'nanti kalo gue liat kan dia bisa tau.' Setelah dipikir-pikir akhirnya aku liat juga karena emang penasaran banget. Aku liatin dengan serius, di video itu ada segerombolan anak yang kayanya lagi touring terus berhenti dipinggir jalan yang kayanya lagi istirahat setelah menempuh perjalanan jauh. Disela-sela istirahatnya, dia yang lagi megang kamera mamerin sebotol susu kefir dingin yang ada ditangannya sambil ngomong 'susu kefirnya enak loh.' 

'Njirr ternyata isinya iklan susu kefir.' Aku mengeluh dalam hati. Beberapa hari setelah itu dia ngepos foto. Fotonya dia sama temen-temennya di depan pabrik Pocari Sweet dan dia nge-tag temen-temennya. Nah, ini kesempatan emas nih biar bisa ngepoin dia lewat akun temennya. Aku kepoin satu persatu akun temennya ternyata banyak yang diprivate. Dan yang ga dikunci cuman 2 orang. Aku cariin foto yang ada dianya. Ada sebuah foto, mereka lagi camp ditengah hutan dan mereka duduk bareng. Dan disini ada keanehan, semua temennya dia senyum dengan ikhlas waktu difoto, tapi cuma dia yang senyumnya kaya orang lagi nahan pup, ga ikhlas sama sekali. 

Beberapa bulan pun berlalu, dan ga kerasa bulan ini udah setahun sejak pertemuanku sama dia. Dan di bulan ini juga dia berulang tahun yang ke 21. Aku yang bukan apa-apanya dia cuma bisa ngucapin 'HBD' distatus bbmku. Tanpa ada arah dan tujuan yang jelas ucapan itu buat siapa. Aku kepoin ignya lagi, dan ternyata dia udah buat story. Diinstastorynya dia ada seorang cewe yang tingginya sebahunya dia dateng ke kosnya dia sambil bawain kue ulang tahun lengkap dengan lilin dan balon bentuk hati bertuliskan 'Happy birthday'. Dia juga nge-tag ke akun cewe itu. Aku langsung syok dan ngomong dalam hati 'Jadi dia udah punya pacar???'. Aku yang belum percaya langsung kepoin akun cewenya dia. Dan aku menemukan fotonya dia sama cewenya, kayanya sih foto di studio gitu. Temen-temen mereka juga rame-rame pada komen, maklum cewenya anak hitz, jadi yang komen banyak. Salah satu dari komenan mereka adalah 'Ciee... pasangan ini akhirnya go publik juga.' Dan dari sinilah aku percaya kalo mereka beneran pacaran. Entah kenapa hati ini terasa perih, kaya habis disayat pisau trus dikucurin jeruk limau. 'PERIH!!!' Mungkin kalo perihnya dilambung, aku masih bisa mengasumsikan kalo aku kena maag. Nah tapi kalo ini perihnya di hati masa namanya maag juga sih. Dari sini aku sadar kalo yang aku alamin namanya patah hati. 

Kepencet


Setelah kejadian menghebohkan itu berlalu, aku mulai stalkingin bbmnya. Aku liatin setiap dia update status atau ganti dp. Sekarang aku udah punya kontaknya dia dan bisa liatin aktivitasnya, tapi apa yang bisa aku lakuin selain itu? Masa iya aku cuman jadi penonton? Aku kan juga pengin kali ngobrol sama dia, siapa tahu kita punya hobi yang sama kaya makan pisang goreng sama nasi atau pipis di kolam renang. Karena bingung ga tau mesti ngapain lagi, aku tanya ke temenku. 
"Nda, gimana nih aku harus ngapain?" Aku ngechat si Nanda
"Ya udah tinggal dichat aja lah, bilang hai apa gimana. Santai aja sih jangan terlalu kaku kaya krupuk abis dijemur gitu." Jawab Nanda
"Yaelah, nda. Nanti kalo aku bilang hai dianya jijik lagi sama aku. Kenal juga engga, tiba-tiba nyapa gitu. Receh banget sumpah." Jawabku.
"Lah trus kamu maunya gimana? Ya udah kalo dia posting, kamu like aja, biar seenggaknya dia tahu keberadaanmu." Jawab Nanda
"Oke, nda. Thanks buat sarannya. You're da real MVP." Jawabku

Aku langsung melakukan sarannya Nanda, waktu dia ganti dp logonya MU aku langsung ngelike. Trus abis itu aku juga ikutan ganti dp logonya MU. Waktu dia nulis status GGMU (Glory Glory Manchaster United) aku juga ikutan pasang status itu juga biar dikira aku juga fans fanatik MU. Padahal mah setiap mau nonton MU udah K.O dulu, coba aja MU tandingnya jam 5 sore WIB pasti aku nonton. Tapi kan ga mungkin, di Inggris pasti kan jam 10 pagi. Mana ada orang nonton bola jam 10 pagi, mereka juga pada sibuk kerja, sekolah, dll. Aku ngeliatin layar hp terus siapa tau ada balesan dari dia 'Eh, kamu suka MU juga?' chat yang aku harapkan. Tapi ekspektasi ga sesuai sama realita. Hpku tetep sepi kaya jalanan di negara yang warganya terinfeksi zombie. 

Aku tetep nunggu, siapa tau dia lagi sibuk atau likeku ketilep sama yang lain. Beberapa hari udah berlalu, dan ga ada perkembangan sama sekali. Aku yang bingung, lapor ke Nanda kalo tipsnya gagal total.
"Nda, gimana nih? Tips lu kok ga berguna sih?" Tanyaku sedikit geram.
"Udah tungguin aja siapa tau dia lagi sibuk." Jawab dia santai.

Ga terasa udah sebulan berlalu dan tetep ga ada respon dari dia. Aku mulai bosen ngelikein setiap dia update, udah berasa hina banget serasa fans yang ga dianggep. Aku juga udah nge-dc orang aneh yang invite aku, karena aku ga kenal sama dia sama sekali. Aku tanya lagi sama Nanda. 
"Nda, sekarang apa yang harus aku lakukan?" Tanyaku memelas.
"Ya ampun dari dulu masalahnya ga kelar-kelar! Cemen banget sih lu!" Jawab Nanda kesal
"Lah gimana, nda aku kan ga punya nyali." Jawabku sedih.
"Sekarang kumpulin nyali kamu buat ngechat 'hai' ke dia. Buruan!" Nanda nyuruh-nyuruh kaya emak-emak.

Aku menarik nafas panjang, dan menyiapkan nyaliku untuk sekedar nge-chat 'hai'. Waktu aku udah buka kontaknya dan siap buat nulis pesan, aku terdiam sejenak dan berfikir 'masa sih aku beneran mau nge-chat ke dia?'. Aku cuma bengong, dan terdiam sambil menatap layar hp. Aku mulai grogi, tanganku berkeringat. Tiba-tiba hpku terjatuh dari tanganku yang licin. Hpku jatuh tertelungkup di atas kasur, dan waktu aku balik, aku liat layar hpnya dan ternyata hpku ga sengaja nge-PING dia. 'MAMPUS!!!' Aku pun kaget, dan benar-benar panik. 'Kenapa gue bego banget ya Allah!!!' Aku ngomel-ngomel sendiri sambil mukul-mukul kepala dan guling-guling dikasur. Akhirnya karena panik dan bener-bener ga tau mesti ngapain lagi, aku dc dia biar ga menimbulkan masalah baru.