Sabtu, 03 Juni 2017

Memandangimu dari Belakang


Dia adalah seseorang yang menghuni ruang hatiku selama beberapa tahun ini. Aku tak tahu kenapa sampe sekarang aku masih ada perasaan sama dia. Padahal kita cuman pernah bertemu sekali, pada malam tahun baru 2016. Waktu itu aku yang lagi liburan semester, nginep di rumah tanteku. Trus aku diajak sama tanteku buat ikut ibadah tutup tahun. Di gereja adik sepupuku yang duduk disampingku, nyolek aku dan berbisik "mba, itu di depan ada mas ..., sekarang dia ganteng tau, coba liat deh" kata dia sambil nunjuk ke arahnya. Karena aku duduk 3 bangku di belakangnya dia, aku cuman bisa memandangi dia dari belakang. Aku memandangi punggungnya yang kurus dibalik kemeja hitam polosnya. . Aku suka lehernya yang jenjang dan terlihat tulangnya yang menonjol. Rambutnya yang lurus dan "jabrik" dipotong dengan rapi dan dipakein pomade ngebuat dia terlihat fresh. Seketika aku berkata dalam hati "fix, gue suka gaya lo." Waktu aku lagi asyik memandangi dia dari belakang, tiba" dia melepas kacamatanya, mengusap kedua matanya, dan mengelap kacamatanya. Seketika aku cuma bisa melongo dan berkata dalam hati "Oh my god, gila dia kece badai." Entah kenapa aku merasa dia keliatan  kece banget waktu ngebuka kacamatanya dan ngelap matanya. Padahal kalau orang lain yang lakuin itu, aku merasa biasa aja.

Setelah beberapa saat dibuat tak berdaya oleh pesonanya, aku pun akhirnya bisa mengendalikan keadaan. Aku mencoba mengikuti jalannya ibadah dengan mendengarkan khotbah yang lagi disampain. Walaupun rasanya pingin senyum" sendiri, dan sekujur badanku merinding, tapi aku tetep menahannya dan memasang muka datar kaya biasa. Ibadahpun selesai, kami mengantri keluar dari ruang ibadah menuju aula belakang gereja untuk makan malam. Ditengah antrian itu aku liat dia yang lagi berbaris diantara mamah dan papahnya yang lagi ngantri keluar. Aku yang ngantri dari arah berlawanan bisa melihatnya dengan jelas dari bagian depan. Aku bisa melihat wajah putihnya yang mulai ditumbuhi kumis dan jenggot tipis. Ternyata adikku ga bohong dia beneran ganteng. Ada kacamata dengan frame hitam yang menyangkut di hidungnya. Dan dia ga menatapku sama sekali, sesekali dia menyapa adikku yang ada di depanku. Dia mengenakan kemeja polos hitam, celana warna khaki, dan sepatu cokelat, ditambah dengan jam tangan hitam yang strap-nya terbuat dari kulit berwarna coklat. Tanteku yang ga sabar mencoba mencari jalan lain yang lebih cepat. Setelah memutar mencari jalan lain, akhirnya aku berada di belakangnya. Aku bisa melihat jelas warna kulitnya yang putih pucat kaya orang kedinginan. Tangan kanannya menggenggam bangku di depanku sambil menunggu antrian yang mandek. Ku perhatikan jemari tangannya yang panjang dan tulang"nya juga menonjol. Setelah menunggu beberapa saat, antrian manusia pun berjalan menuju ke aula. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar